Kebakaran Hebat Melanda Mega Mall Manado: 1 Karyawan Tewas Terjebak Asap Pekat, Operasional Ditutup Sementara
NASIONAL


MANADO — Pusat perbelanjaan pertama dan salah satu yang terbesar di Kota Manado, Mega Mall Manado, yang terletak di Kawasan Megamas, dilanda kebakaran hebat pada Sabtu malam (16/5/2026). Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 20.45 WITA ini memicu kepanikan luar biasa dari ratusan pengunjung dan karyawan, serta menewaskan satu orang yang terjebak di lantai atas.
Pihak manajemen PT Megamas langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh operasional mall hingga waktu yang belum ditentukan demi kelancaran penyelidikan dan faktor keamanan.
Kronologi dan Kepanikan Pengunjung
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata dan pihak kepolisian, petaka bermula ketika kepulan asap hitam pekat tiba-tiba muncul secara mendadak di area rumah makan dan ruang kantor lantai empat.
Saat asap pertama kali menyelimuti ruangan, kobaran api belum terlihat jelas dari luar, namun aroma menyengat dan pekatnya asap langsung membuat situasi di dalam mall menjadi mencekam. Petugas kebersihan dan tim keamanan (security) mall langsung berteriak memberikan peringatan darurat serta mengarahkan pengunjung yang panik untuk segera turun melalui tangga darurat.
Situasi sempat kacau lantaran asap tebal dengan cepat menutup ruang pandang dan memutus sejumlah akses jalan utama di dalam gedung. Ribuan orang berlarian menyelamatkan diri menuju pintu keluar di lantai dasar saat api mulai membesar dan menjalar ke bagian luar bangunan.
Evakuasi Dramatis: 5 Terjebak, 1 Korban Jiwa
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah kobaran api yang kian mengamuk. Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, mengonfirmasi bahwa terdapat lima orang yang sempat terjebak di lantai atas saat kebakaran terjadi.
Dari kelima orang tersebut, petugas gabungan berhasil menyelamatkan empat orang pria yang terjebak di tengah kepungan asap. Namun naas, satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tempat kejadian akibat diduga menghirup asap pekat (smoke inhalation).
Berikut data korban insiden kebakaran Mega Mall Manado:
Pricilia Tamawiwy Karyawan (Perempuan) Meninggal Dunia (Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara)
StenlyPengunjung/Pekerja (Pria)Selamat, dirawat di RS Bhayangkara Manado
Gilbert SangerPengunjung/Pekerja (Pria)Selamat, dirawat di RS Bhayangkara Manado
Adit RumesePengunjung/Pekerja (Pria)Selamat, dirawat di RS Bhayangkara Manado
Nando TaraPengunjung/Pekerja (Pria)Selamat, dirawat di RS Bhayangkara Manado
Empat korban yang selamat berhasil dievakuasi tanpa mengalami luka bakar serius, namun langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat syok dan gangguan pernapasan. Jenazah korban meninggal, Pricilia, juga telah diidentifikasi oleh tim medis sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada Minggu (17/5/2026).
Upaya Pemadaman dan Sterilisasi Lokasi
Guna menjinakkan amukan si jago merah, sebanyak 11 armada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado disebar ke lokasi, dibantu oleh satu unit mobil Water Cannon (AWC) milik Polda Sulawesi Utara. Petugas gabungan dari TNI, Kepolisian, Damkar, dan Brimob berjibaku selama lebih dari dua jam hingga api akhirnya berhasil dikendalikan menjelang tengah malam.
Polda Sulut dan Polresta Manado langsung memasang garis polisi (police line) di sekeliling area terdampak. Aliran listrik ke seluruh gedung Mega Mall sengaja diputus total untuk menghindari terjadinya korsleting susulan.
Pernyataan Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid:
"Sehubungan dengan peristiwa ini, status mall adalah status quo untuk menunggu hasil penyelidikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Inafis Polda Sulut untuk segera menggelar olah TKP secara komprehensif begitu struktur bangunan dinyatakan benar-benar aman dan dingin."
Selain untuk penyelidikan, personel Samapta dan Brimob disiagakan secara ketat di titik-titik strategis Kawasan Megamas untuk mencegah terjadinya kemacetan parah serta mengantisipasi potensi tindakan kriminal, seperti penjarahan aset-aset toko di dalam mall yang ditinggalkan.
Kerugian dan Penghentian Operasional
Hingga saat ini, pihak manajemen Mega Mall bersama penyidik kepolisian masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian materiil yang ditimbulkan oleh kebakaran besar ini.
Direksi Megamas, Amelia Tungka, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang memukul seluruh keluarga besar manajemen dan karyawan tersebut. Ia memastikan pintu mall akan tetap terkunci rapat bagi publik hingga batas waktu yang tidak ditentukan sembari menunggu rekomendasi kelayakan struktur bangunan dari tim ahli. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area reruntuhan demi keselamatan bersama dan tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial.


