NABARI — Pada tanggal 27 April sekitar pukul 15.55 sore, seorang pejalan kaki melihat kobaran api muncul dari bangunan utama (honden) Kuil Urufushine yang terletak di Hirao, Kota Nabari, Prefektur Mie, dan segera menghubungi nomor darurat 119.
Kebakaran ini menghanguskan seluruh struktur bangunan kayu satu lantai honden (luas sekitar 50 meter persegi) serta membakar sebagian dari bangunan aula ibadah (haiden). Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban luka dalam insiden ini.
Menurut Kepolisian Prefektur Sektor Nabari, tidak ada sumber api terbuka di sekitar lokasi kejadian, dan pihak berwenang saat ini sedang melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti kebakaran.
Kepala Pendeta (宮司 – Guji), Nakamori Takae (75 tahun), memberikan keterangan: “Ketika saya membersihkan area honden pada pukul 07.00 pagi, sama sekali tidak ada keanehan apa pun.”Menurut Dinas Pendidikan Kota setempat, bangunan honden tersebut tidak terdaftar sebagai aset kebudayaan resmi. Kendati demikian, sebanyak 45 topeng pertunjukan seni tradisional No dan Kyogen yang berstatus sebagai Aset Kebudayaan Terwujud yang Dilindungi Prefektur berhasil diselamatkan karena disimpan di dalam bangunan terpisah.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa kompleks Kuil Urufushine sempat hangus total akibat peristiwa pembumihangusan dalam Perang Tensho Iga (1581). Meskipun tahun resmi pendirian pertamanya tidak diketahui, kuil ini diperkirakan dibangun kembali pada tahun 1616. Menurut pendeta Nakamori, struktur bangunan honden yang terbakar kali ini dibangun pada tahun 1870 (Tahun ke-3 zaman Meiji) dan rutin menjalani pemugaran berkala setiap 20 tahun sekali.
